Ibu Hamil

BLT Ibu Hamil dan Balita, Bansos dari PKH Sebesar Rp 3 Juta Per Tahun

BLT ibu hamil dan balita merupakan salah satu program bantuan sosial yang pemerintah berikan untuk masyarakat Indonesia dan termasuk bantuan reguler. Bantuan sosial (bansos) ini pun terus berlanjut pada masa pandemi Covid-19 ini. BLT atau bantuan langsung tunai untuk ibu hamil dan juga balita ini merupakan bagian dari salah satu Program Keluarga Harapan (PKH).

BLT Ibu Hamil dan Balita – Pemerintah Indonesia memberikan banyak program bantuan sosial (bansos) mulai dari sebelum pandemi Covid-19 sampai saat ini. Salah satunya Yaitu :

PKH (Program Keluarga Harapan). Program dari pemerintah ini terus berlanjut saat terjadi pandemi yang terus menyebar sampai sekarang.

Selama masa pandemi bantuan sosial PKH terdapat peningkatan jumlah anggaran sampai 25 persen. Salah satu komponen penerima manfaat (KPM) ibu hamil dan juga balita memperoleh bantuan sebesar masing-masing Rp 3 juta rupiah tiap tahunnya. Kenaikan juga terjadi untuk komponen penerima manfaat lain.

Anggaran tersebut meningkat guna membantu KPM untuk melanjutkan aktivitasnya karena semakin terbatas akibat pandemi. Dengan adanya bantuan sosial atau BLT ibu hamil dan balita ini, pemerintah mengharapkan jika kesejahteraan hidup serta usaha yang sedang dijalankan oleh KPM dapat terus terjaga dan meningkat.

Prosedur Penyaluran Bansos PKH untuk Ibu Hamil dan Balita

Sama seperti penyaluran untuk KPM lain, pemerintah melakukan penyaluran untuk penerima bansos melalui Himbara, BNI, Mandiri BRI, dan BTN. Penyaluran dana atau anggaran Rp 3 juta setiap tahun tersebut akan diterima KPM dalam empat tahap.

Jadi, dalam setiap tahap pencairan akan menerima bantuan sejumlah Rp 750 ribu selama empat kali dalam setahun. Pada bulan Januari, bulan April, bulan Juli, dan bulan Oktober 2021.

Lalu, penerima dapat mengambil bantuan tersebut melalui rekening bank pembantu. Kemudian, bantuan sosial Program Keluarga Harapan ini akan diberikan kepada para calon penerima yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan sosial apapun.

Baca Juga : Bantuan Ibu Hamil

Syarat Pendaftaran BLT untuk Ibu Hamil dan Balita

Bagi para penerima bantuan sosial BLT ibu hamil dan balita, dapat menjadi penerima atau menjadi KPM setelah memenuhi beberapa persyaratan. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi syarat penerima bantuan sosial PKH, seperti sebagai WNI (Warga Negara Indonesia) yang terdaftar an masuk data pada RT/RW dan Desa.

Lalu juga sebagai penerima bantuan yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. Selain itu, juga merupakan ibu hamil dengan ketentuan hamil anak kedua atau maksimal baru memiliki satu anak.

Untuk balita, dapat terdaftar untuk anak dengan usia 0-6 tahun atau masih mengenyam pendidikan prasekolah (Paud/TK). Kemudian, juga terdaftar pada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Aturan ini juga berguna bagi semua penerima atau KPM yang berhak atas bantuan PKH.

Selanjutnya, data dalam DTKS tersebut telah menjadi bahan untuk penetapan calon peserta PKH. Jika daftar tersebut yang mana telah dibawa ke pertemuan awal dan juga validasi, maka akan ditentukan apakah daftar peserta tersebut memenuhi persyaratan sebagai calon penerima BLT ibu hamil dan balita dari PKH.

Cara Mengetahui Apakah Termasuk KPM PKH

Apabila telah mendaftar atau terdaftar dalam DTKS dan telah memenuhi persyaratan tersebut, maka calon penerima akan segera ditetapkan sebagai penerima manfaat sebagai KPM PKH dan mulai dapat menerima haknya yakni berupa bantuan sosial PKH. Kemudian, anda juga dapat mengeceknya melalui situs resmi kementerian sosial di dtks.kemensos.go.id.

Penting sebagai catatan, jika setiap nama dalam daftar DTKS, belum sepenuhnya dapat menjadi penerima atau KPM PKH seperti BLT ibu hamil dan balita. Setiap bantuan sosial yang diberikan mempunyai persyaratan dan juga kriteria tersendiri yang harus dipenuhi. Selain itu, pemberian bansos juga terbatas akan kuota yang mana harus wajib diikuti dan tidak boleh dilanggar.