Pedagang Daging Sapi di Jabodetabek Akan Mogok Jualan Selama 3 Hari

Pedagang Daging Sapi di Jabodetabek Akan Mogok Jualan Selama 3 Hari

Pedagang daging sapi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi akan mogok jualan selama tiga hari ke depan. Protes yang dilakukan pedagang daging sapi dipicu tingginya harga daging sapi saat ini.

Sekretaris Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta TB Mufti Bangkit Sanjaya menyatakan, aksi mogok akan dilakukan mulai Rabu, 20 Januari hingga Jumat, 22 Januari 2021, baik di pasar maupun di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

“Tujuannya, menuntut pemerintah segera mengantisipasi, memberi solusi konkret untuk para pedagang dan pihak RPH. Banyak yang sudah gulung tikar karena harga daging naik sejak empat bukan terakhir,” kata Mufti seperti dikutip dari Kompas.com.

Dia menjelaskan, saat ini harga per kilogram potongan daging sapi yang belum dipisah antara tulang dan kulitnya sebesar Rp 95.000. “Ditambah cost produksi, ekspedisi total sudah Rp 120.000 lah. Sedangkan harga eceran tertinggi ditetapkan pemerintah Rp 120.000. Belum karyawan, belum pelaku pemotong sendiri kan harus anak istri di rumah,” tambahnya.

Kenaikan harga daging tersebut bukan malah menguntungkan pedagang daging, malah membuat pedagang merugi. Di sisi lain, daya beli masyarakat juga masih rendah akibat pandemi. APDI memprediksi, kenaikan harga masih akan terjadi hingga April 2021.

Menurut Mufti, penyebab masalah ini karena impor daging sapi dari Australia yang tak mencukupi permintaan pemerintah. Kurangnya stok ditambah pelemahan nilai tukar rupiah, membuat harga sapi melambung.

“Kami tuntut solusi konkret untuk para pedagang dan pihak RPH agar sapi stoknya kembali melimpah, harganya kembali terjangkau, bukan sebaliknya, malah naik,” pungkasnya.

Sumber: #artikelasli